Latest News :

Penyakit Dalam Pendakian dan Cara Mengatasinya

Kamis, 15 November 2012 | 0 komentar



Aktivitas petualangan di musim hujan, seperti pendakian gunung otomatis akan meningkatkan derajat bahayanya akibat gejala alam ini. Apalagi bila musim liburan tiba. Seperti tak mau kehilangan kesempatan emas, banyak pendaki gunung tetap nekat menyalurkan hobi petualangannya tanpa mempedulikan kondisi cuaca.

Ancaman Hypothermia

Cuaca di gunung memang tidak bisa ditebak. Apalagi pada bulan-bulan basah. Meski gunung di Indonesia rata-rata hanya berketinggian sekitar 3.000 m dpl, tetapi pada musim hujan, badai gunung yang menyertai hujan sering menyerang dan mampu menurunkan suhu udara hingga mencapai di bawah titik beku atau di bawah 0 derajat celcius.
Bagi para pendaki gunung yang tidak siap dengan fisik, mental serta perlengkapan yang memadai, kondisi ini bisa menjadi sebuah malapetaka besar. Karena suhu udara sedingin itu, merupakan kondisi yang sangat asing bagi tubuh manusia, apalagi bagi orang-orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Hypothermia merupakan salah satu gejala penyakit di ketinggian yang sering menyerang para pendaki gunung. Bahkan di Indonesia, hypothermia menduduki peringkat teratas sebagai ancaman maut serta “hantu” pencabut nyawa paling kejam bagi para pendaki gunung. Lalu apa dan bagaimana sebenarnya hypothermia itu hingga bisa menjadi ancaman bak momok yang menakutkan bagi para pendaki gunung?

Penyakit hypothermia merupakan satu dari sejumlah penyakit di ketinggian seperti mountain sickness atau hipoksia (kekurangan pasokan oksigen ke tubuh), edema baru dan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Hypothermia sering menyerang para pendaki gunung yang kurang melengkapi diri dengan perlengkapan penahan dingin atau penghangat badan seperti sweater, jaket, kaos kaki, balaclava, sarung tangan, tenda dsb.

Tetapi kadang juga kerap terjadi, pendaki gunung yang sudah melengkapi diri dengan perlengkapan penahan dingin tetap saja terkena hypothermia. Hal ini biasanya terjadi karena seluruh pakaian yang dikenakan telah basah kuyup diterpa hujan. Pendaki ini biasanya kurang melengkapi diri dengan perlengkapan penahan air atau hujan seperti rain coat, ponco (jas hujan), payung atau tenda yang memadai.

Pakaian yang basah akan mengurangi insulasi (kemampuan untuk menahan panas badan) sampai 90%. Kasus hypothermia yang disebabkan pakaian basah inilah sebenarnya yang paling sering meminta korban pendaki gunung di Indonesia.

Preventif Hypothermia

Seperti penyakit-penyakit gunung lainnya, hypothermia merupakan faktor bahaya yang sebenarnya dapat diperhitungkan sebelum melakukan kegiatan pendakian atau lebih dikenal dengan istilah subjective danger. Seorang pendaki yang sudah mempersiapkan fisik maupun perlengkapannya akan lebih mudah menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin akan muncul.

Suatu hal yang harus diingat, janganlah memulai persiapan itu ketika gejala-gejala penyakitnya muncul di gunung. Persiapan itu harus sudah dimulai sejak masih di rumah, yakni dengan memiliki pengetahuan tentang bahaya yang potensial muncul, cara penanggulangan apa saja yang dibutuhkan.

Kecuali mempersiapkan diri dengan perlengkapan penahan dingin dan anti air berkualitas baik, ada beberapa hal pokok mendasar yang perlu diketahui mengenai hypothermia. Selalu menjaga suhu tubuh pada suhu normal pada kisaran 37 derajat celcius, merupakan hal utama untuk menghindari hypothermia.

Sebenarnya secara alamiah tubuh manusia akan selalu menjaga panasnya dengan beberapa cara, salah satunya melalui pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh menghasilkan panas melalui oksidasi, dan ini terutama penting bagi tubuh ketika sedang beristirahat. Panas yang berasal dari pencernaan makanan ini akan dihasilkan lebih banyak lagi oleh tubuh ketika sedang bergerak.

Penanganan Hypothermia

Orang yang terkena hypothermia akan menunjukkan gejala-gejala sesuai dengan tingkat penurunan suhu tubuh. Kehilangan kesadaran, misalnya akan menyebabkan apa yang disebut dengan paradocixal feeling of warmth. Pada kondisi ini, penderita hypothermia justru akan merasakan hal yang sebaliknya, yaitu rasa panas lalu tanpa sadar seluruh pakaian ditanggalkan sendiri. Sehingga amat sering dijumpai penderita atau korban hypothermia meninggal ditemukan dalam kondisi telanjang bulat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menangani penderita hypothermia. Pertama adalah mencari dan memindahkan korban ke tempat yang kering dan terlindung dari angin dan air. Kemudian sebelum diberikan minuman yang hangat dan manis, usahakan baju basah korban diganti dengan yang kering. Lalu, masukkan korban ke dalam sleeping bag kering yang sebelumnya telah dihangatkan dengan cara memasukkan tubuh telanjang beberapa orang sehat (bersuhu normal).

Tindakan selanjutnya adalah, memasukkan botol berisi air hangat ke dalam sleeping bag untuk membantu memanaskan tubuh korban. Kalau sleeping bag cukup lebar, lakukan transfer panas tubuh orang sehat ke korban dengan cara dua orang ikut masuk ke dalam sleeping bag dan mengapit korban. Usahakan membuat api di kedua sisi korban, dan jangan biarkan korban hypothermia tertidur.

Tidur akan membuat penderita hypothermia kehilangan kesadaran dan tak mampu lagi memanaskan tubuhnya secara alami. Biarkan dia mengigil dan segera beri minuman hangat dan makanan manis setelah korban sadar. Hidrat arang dalam makanan itu merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.

Penyakit Akut Gunung

Secara hukum fisika, daerah pegunungan sangatlah berbeda kondisinya dibandingkan dengan daerah dataran rendah. Perbedaan ketinggian tempat ini berakibat munculnya perbedaan kondisi lingkungan setempat. Perbedaan yang sangat esensial misalnya berupa tekanan udara. Tekanan udara di dataran rendah lebih tinggi dibanding dengan pegunungan (dataran tinggi). Semakin tinggi suatu tempat semakin maka rendah tekanan udaranya. Hal ini berhubungan dengan faktor adanya gaya gravitasi bumi yang ditimbulkan.

Gravitasi di dataran rendah menjadi lebih tinggi karena kedekatannya dengan pusat bumi, sedangkan semakin daerah itu tinggi maka semakin pula menjauhi pusat bumi. Jauhnya dengan pusat bumi berakibat gaya gravitasinya semakin lemah. Lemahnya gravitasi ini memunculkan tekanan udara menjadi semakin lemah pula. Tekanan udara yang rendah ini berakibat kandungan oksigen pada lingkungan udara setempat menjadi rendah.

Kandungan oksigen di lingkungan tempat tinggi (gunung) berdampak terhadap kondisi fisiologis seorang pendaki gunung menjadi terganggu. Dampak rendahnya oksigen lingkungan ini bagi pendaki gunung mula-mula dirasakan berupa sesak nafas, selanjutnya yang dirasakan dapat pula berupa adanya semacam halusinasi yang diakibatkan mulai berkurangnya oksigen yang menuju ke otak.

Keadaan semacam ini sering membawa akibat yang tidak di inginkan
pada para pendaki gunung. Gangguan tersebut terumatama mulai terasa pada
ketinggian 2000 meter dari atas permukaan laut. Tetapi timbulnya
reaksi-reaksi itu tergantung kepada daya tahan dan daya pengesuaian
perorangan.

Jika hal ini terus berlanjut muncul efek yang sangat berbahaya yaitu hilangnya ingatan (amnesia) akibat hipoksia otak, kondisi ini membawa dampak tersesatnya seorang pendaki karena ingatan terhadap medan pendakian menjadi hilang, kemudian muncul pula halusinasi yang dapat berakibat seseorang bisa tanpa sadar menuju daerah yang berbahaya yang biasanya berupa jurang.

Kondisi tersebut di atas bertambah berat karena timbul dampak lain dari rendahnya oksigen lingkungan ini, yang berupa meningkatnya jumlah eritrosit dengan cepat (eritropoeisis) sehingga terjadi polisitemia (kadar eritrosit di atas harga normal). Polisitemia ini membawa pengaruh munculnya viskositas (kekentalan darah) meningkat, sehingga aliran darah menjadi lambat dan tekanan darah menjadi meningkat serta frekuensi denyut jantung meningkat, sehingga pendaki gunung merasa berdebar-debar jantungnya serta memperparah kondisi hipoksia otak.

Keadaan semacam ini biasanya dialami oleh seseorang yang mendaki gunung dengan tidak memperhatikan adaptasi gradual (bertahap) yaitu dengan cara beristirahat sesaat di pos-pos peristirahatan. Pos peristirahatan ini selain berfungsi untuk memulihkan kondisi kelelahan juga berfungsi untuk mengadaptasikan fisiologis tubuh terhadap perubahan lingkungan secara bertahap sehingga tubuh tidak kaget terhadap perubahan ini dan reaksi tubuh akan memberikan respons yang tidak akut (sekonyong-konyong mendadak).

Jika tahap adaptasi gradual ini ditempuh dengan baik maka resiko mountain sickness ini tidak akan terjadi dan kegiatan mendaki gunung benar-benar mengasyikkan.

GEJALA MOUNTAIN SICKNESS

Penderita mula-mula merasa pusing, sakit kepala, letih, mengantuk,
kedinginan, mual dan muntah-muntah, pucat, dan sesak nafaas. Kemudian di
ikuti perasaan panas, gelisah, kuping berdenging, susah berkonsentrasi
dan susah

MOUNTAIN SICKNESS akut yang di sertai kelainan paru-paru
Gangguan yang serius biasanya terjadi pada ketinggian 3000 meter atau
lebih. Gejalanya muncul 6-36 jam sesudag tiba di tempat tersebut.

Tanda-tandanyanya :
- batuk -batuk kering
- Sesak nafas juga pada waktu istirahat
- dada serasa tertekan
- mungkin batuk darah

Denyut nadi makin cepat, penderita nampak pucat dan membiru, kemudian
pingsan.

PERTOLONGAN YANG DAPAT DILAKUKAN…

Pada umumnya dengan beristirahat dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya, gejala-gejala akan menghilang dalam waktu 24-48 jam. Bila perlu beri pernafasan buatan Tetapi bila tidak berhasil penderita harus di bawa kembali ketempat yang lebih rendah. dan segera bawa ke dokter terdekat.
Continue Reading

Obat Yang Harus Dibawa Saat Petualangan

| 1komentar


Perjalanan petualangan adalah kegiatan yang menyenangkan, dan oleh karena itu sering kita melupakan hal yang sederhana tetapi justru penting dalam mendukung perjalanan petualangan Anda. Barang sederhana tetapi penting tersebut adalah obat - obatan. Saat perjalanan petualangan, Anda bersenang - senang, jangan sampai Anda sakit sehingga membatalkan perjalanan Anda. Dan berikut ini obat yang harus dibawa dalam petualangan.

1. OBAT DEMAM
Demam bisa datang pada saat Anda terlalu lelah atau kurang istirahat. Biasanya, menyerang pada saat malam hari. Jangan sampai Anda kerepotan mencari obat demam pada tengah malam. Masukkan obat ini ke dalam daftar wajib bawaan Anda.

2.
OBAT SAKIT KEPALA
Berada di luar ruangan seharian tentu akan membuat stamina tubuh menurun. Apalagi daerah tujuan petualangan Anda adalah tempat yang panas. Sakit kepala pun tidak terhindarkan. Selain panas, pusing juga bisa disebabkan karena mabuk perjalanan. Sediakan obat ini untuk berjaga - jaga saat kepala mulai tidak bersahabat.

3.
JAMU MASUK ANGIN
Masuk angin adalah penyakit klasik yang semua orang pernah alami. Rasanya tidak enak, mual dan pusing. Anda pun tidak bisa melakukan apa - apa saat sedang terkena masuk angin. Penyakit ini biasanya disebabkan karena terkena angin terlalu lama, perut yang kosong dan kondisi badan yang sedang menurun. Beberapa merk jamu sudah membuat jamu masuk angin yang mudah untuk dibawa. Ada yang cair, bubuk, bahkan permen. Jamu masuk angin pun sudah mudah ditemui di toko obat atau supermarket.

4.
OBAT SAKIT PERUT
Sakit perut bisa timbul karena salah makan, telat makan, dan penyakit maag. Jika Anda tidak terbiasa makan terlalu pedas atau terlalu asam, perut pun akan bergejolak. Akibatnya, perut akan mulas, maag kambuh atau bahkan diare. Jangan sampai Anda tersiksa terlalu lama karena tidak punya obat sakit perut. Selalu bawa obat perut saat Anda berpetualang. Masukkan di dalam tas dan Anda pun bisa berkegiatan dengan aman.

5.
VITAMIN DAN MADU
Agar tetap sehat, Anda memang perlu vitamin, terutama vitamin C. Saat ini, vitamin bisa dibeli dalam berbagai macam jenis. Ada vitamin hisap, cair dan tablet, tinggal pilih. Selain vitamin, salah satu pendukung kesehatan lainnya adalah madu. Madu bisa membantu menjaga kesehatan, juga bisa sebagai penahan lapar. Rasanya yang manis juga membuatnya bisa dicampur dengan susu atau teh. Jadi, Anda pun bisa sehat dalam cara yang menyenangkan, bukan?

6.
PLESTER DAN ALKOHOL
Perjalanan backpacker atau mendaki gunung sama - sama memiliki risiko terluka. Terantuk batu atau tergores dahan bisa jadi salah satu kemungkinan Anda mendapat luka. Meski kecil, luka terbuka cukup berbahaya jika tidak segera diobati. Untuk pertolongan pertama, Anda bisa membasuh luka dengan alkohol 70 persen dan kemudian menutupnya dengan plester. Pastikan Anda tidak lupa membawa dua barang penting ini saat perjalanan petualangan.

7.
KAYU PUTIH
Barang terakhir yang tidak kalah penting adalah kayu putih. Kegunaannya yang banyak membuat obat ini menjadi barang wajib bawa saat perjalanan. Kayu putih bisa menjadi penolong saat sedang kembung, udara dingin, terkena gigitan serangga dan obat saat mabuk perjalanan. Dengan khasiatnya tersebut, sudah pasti kayu putih harus masuk dalam tas petualangan Anda.
Continue Reading

Video Ekspedisi Semeru 26-29 Desember 2011

| 0 komentar



Eskpedisi ke gunung semeru hippalas sman 17 surabaya 
tgl. 26 -29 Desember 2011

video bagian 1

 


Video bagian 2



Continue Reading

Tips Jika Tergigit atau Tersengat Hewan Liar

| 0 komentar



Apabila Anda seorang petualang pasti akrab dengan alam liar berikut isinya. Dan bagian dari alam liar antara lain adalah hewan liar. Ada kalanya faktor tidak beruntung menghampiri kita, yakni bisa tergigit atau tersengat hewan liar. Sering kali kita abaikan, padahal bisa berakibat fatal.


Bagi beberapa kasus pertolongan medis adalah hal pertama yang harus Anda ingat. Terutama bila terkena sengatan di mulut atau tenggorokan, pembengkakan dalam waktu singkat, kesulitan bernafas, detak jantung yang meningkat drastis, atau keringat yang berlebihan.

Dan berikut
tips bila tergigit atau tersengat hewan liar.
LEBAH DAN TAWON.

Dua hewan ini biasa meninggalkan kantung bisa bersamaan dengan alat sengat yang menusuk kulit. Keluarkan perlahan benda ini menggunakan pinset, namun pastikan racun dari kantung tak keluar ke dalam luka. Kompres menggunakan es atau kain lembab untuk pereda rasa nyeri.

KUTU.

Walaupun kecil, keberadaannya sering membawa penyakit seperti ruam dan demam. Tarik kepala serangga ini menggunakan pinset. Hindari bagian tubuhnya agar tidak pecah dan menyebarkan kuman. Anda bisa menariknya dengan cara memutar agar lebih mudah terangkat.

LINTAH.

Hindari menarik, merobek, atau berusaha melepas hewan ini dari kulit Anda. Kulit bisa robek dan luka yang ditimbulkan akan semakin serius. Coba tuangkan alkohol, luka, atau garam terutama di bagian mulut lintah. Setelah lintah lepas, bersihkan luka menggunakan antiseptik dan tekan sampai pendarahan berhenti.

UBUR - UBUR.

Sebisa mungkin cepatlah keluar dari air. Menggunakan pinset, cabutlah sisa - sisa tentakel yang menempel di kulit. Tuangkan cuka untuk menghentikan sisa sengatan. Jangan cuci area sengatan menggunakan air tawar, apalagi menggosoknya. Rasa sakitnya bisa bertambah berkali - kali lipat!

ULAR.

Usahakan bergerak seminim mungkin karena pergerakan tubuh akan mempercepat penyebaran racun. Ikat anggota badan yang tergigit menggunakan sabuk atau kain. Jangan lupa ingat jenis, bentuk dan warna ular yang menggigit Anda agar petugas medis memberi zat antiracun yang tepat.

  
Untuk Penanganan pertama adalah :

1. Jangan panik
Hal pertama yang harus dilakukan dan sangat penting adalah jangan panik. Sang korban gigitan boleh saja teriak kaget dan tiba - tiba berubah panik ketika kakinya digigit ular, tapi ini tidak boleh terjadi oleh Anda.

Sebagai rekan kelompok, Anda dan teman lain harus tenang, jangan ikut - ikutan panik apalagi histeris. Panik hanya membuat pikiran jadi buntu, Anda pun akan lupa dengan pertolongan pertama yang seharusnya dilakukan. Jangan lupa juga untuk menenangkan sang korban, ya!

2. Segera ikat bagian atas dan bawah gigitan
Hal kedua yang harus segera Anda lakukan adalah segera ikan bagian atas dan bawah luka gigitan dengan kain. Ikat dengan kencang agar bisa ular tidak menyebar ke tempat lain.

3. Jangan sekali - kali menghisap darah 
Ini dia hal penting yang harus Anda perhatikan saat melihat seorang teman digigit ular, jangan pernah sekali - kali menghisap darah yang keluar dari luka bekas gigitan. Mungkin hal ini memang sering muncul di banyak tayangan televisi, tapi itu sangat tidak disarankan.

Kenapa? Karena Anda tidak pernah tahu dengan pasti apakah ular yang menggigit itu berbisa mematikan atau tidak. Selain itu, Anda juga tidak tahu dengan pasti apakah bagian mulut Anda ada luka kecil, atau pun gigi yang berlubang. Bahayanya, kalau ular itu benar berbisa dan ada luka kecil di bagian mulut, bisa jadi bisa itu masuk dan menjalar ke tubuh Anda. Hii!

4. Usahakan bagian yang digigit dalam posisi datar
Selain mengikat bagian yang digigit dengan kencang, perhatikan juga posisinya datar. Ini untuk menghindari lebih banyaknya darah yang keluar dari luka. Ini juga menghindari bisa ular mengalir lebih cepat mengikuti aliran darah.

Jika bagian kaki yang digigit, sebaiknya gotong tubuh sang korban. Jangan biarkan jalan sendiri karena bisa menambah parah pendarahan.


5. Segera bawa korban ke rumah sakit 
Setelah 4 langkah di atas sudah dilakukan, saatnya membawa korban ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Jangan biarkan waktu digigit dengan penanganan serius dari pihak medis terlalu lama. Ini bisa membahayakan kondisi sang korban.






Continue Reading

Tips Memilih Sepatu Gunung

| 2komentar


Bila memiliki sepatu gunung  pastikan melihat ukuran, harus lebih besar dari sepatu sehari - hari yang biasa kita gunakan. Misalnya jika ukuran sepatu sahabat semua 39, lalu pilihlah sepatu gunung yang berukuran 41. Itu untuk menghindari luka di kaki dan juga memudahkan kita memakai kaus kaki lebih tebal guna menghangatkan kaki di rimba raya.

Dan juga sepatu pendakian gunung harus lah berleher panjang untuk melindungi kaki dari benturan dan goncangan batu misalnya yang sering di jumpai saat pendakian gunung. Tetapi juga jangan berlebihan dengan memakai sepatu tentara yang berleher terlalu tinggi, karena menyebabkan udara tak bisa keluar dan akan menjadi lembab dan juga kaki pasti bau. Jangan suka mencium kaki sebaiknya ya..

Proses sirkulasi udara terutama akan terjadi apabila si pendaki memakai kaos kaki dari wool. Ketika sipendaki melangkah, udara didalam kaos kaki wool akan keluar. Pada langkah berikutnya, udara segar akan meresap dalam kaos kaki itu. Kalau leher sepatu tinggi, proses ini tidak berjalan dan kaki secara akumulatif akan lembab.

Pada sepatu mendaki gunung yang baik, bagian tepi lehernya selalu dilapisi bahan yang lebih lunak dan menebal, sehingga menghindarkan kemungkinan lecet pada kulit kaki sebagai akibat gesekan tepian leher yang keras. Apabila anda memakai sepatu yang masih baru, berhati -  hatilah terhadap kemungkinan lecet pada tumit kaki.

Sepatu merupakan perlengkapan penting dalam mendaki gunung. Sepatu akan menutupi dan melindungi kaki agar tak terluka oleh batu batu tajam, kayu runcing, atau duri yang terdapat sepanjang perjalanan. Sepatu juga memberi dukungan yang lebih baik untuk seluruh kaki.

Terutama apabila si pendaki membawa beban yang sangat berat, pergelangan kaki yang ditunjang dengan sepatu. Jauh lebih baik dari pada dibiarkan telanjang. Telapak kakipun akan lebih kuat kalau dilindungi sepatu. Ruangan yang ada didalam sepatu merupakan tempat yang aman dan hangat bagi kaki - kaki yang sering berjalan.

Sepatu untuk mendaki harus memiliki sol yang baik. Yaitu mempunyai kembang yang besar dengan ceruk yang tajam serta berpunggung tinggi. Sol seperti ini berguna sekali untuk meletakan kaki secara mantap pada tebing - tebing curam yang berbatu. Amat membantu kaki untuk menahan berat badan pendaki. Sepatu tanpa tumit tidak baik untuk mendaki gunung.

Tumit sepatu banyak berguna untuk menahan laju badan ketika menuruni lereng - lereng gunung. Karena itu pilihlah sepatu dengan tumit yang besar dan kuat. Pakailah sepatu dengan sol dan tumit yang terbuat karet atau sintetis serupa, karena bahan ini lebih “ mengigit” tahan lama, lentur dan kuat. Jangan memakai sepatu dengan sol yang dari kulit. Karena mudah sekali tergelincir pada tanah basah, rumput, atau batu - batu yang licin.

Sepatu olah raga dari kanvas tidak baik untuk mendaki gunung. Sepatu tidak mempunyai sol yang kuat dan dapat melindungi telapak kaki. Lagi pula mudah meleset pada batu - batu basah dan tanah berumput. Terutama pada gunung atau bukit berbatu. Sol sepatu jenis ini akan cepat tipis dan telapak kaki terasa sakit apabila menginjak batu.

Sepatu gunung yang terbuat dari kulit atau kulit sintetis, merupakan pilihan yang tepat. Kulit atau sintetis kulit merupakan bahan yang kuat dan tahan lama, tetapi merawatnya harus rajin sekali. Sepatu yang terbuat dari kanvas memang ringan, tetapi bahannya tidak kuat dan gampang sobek bila terkena kayu atau batu tajam.

Bahan ini juga mudah lapuk, lebih - lebih bila tak segera dibersihkan setelah melewati medan berlumpur. Jangan sekali - kali memakai sepatu yang seluruhnya terbuat dari karet. Karena bahan ini menyebabkan keringat di dalam terkumpul dan tidak memberi peluang untuk keluar.

Kaki didalam sepatu karet akan segera menjadi pasien yang harus dirawat. Ada baiknya bertindak dini yaitu melekatkan plester secukupnya pada tumit kaki agar kulit tak langsung bergeser dengan bagian sepatu yang keras itu. Barulah kemudian anda memakai kaos kaki.

Selalu pakai kaos kaki rangkap dua. Pertama - tama, bungkuslah kaki dengan kaos kaki dari sutera atau katun. Diatas kaos kaki itu, pakailah lagi kaos kaki dari wool. Wool adalah bahan yg terbaik untuk menjaga kehangatan, kendati dalam keadaan basah sekalipun.

Tetapi kaos kaki wool dapat bergeser menyebabkan kulit kaki lecet. Karena itu diperlukan kaos kaki dari sutera atau katun untuk menghalangi geseran itu langsung terhadap kulit. Sutera atau katun itu sendiri mampu menghangatkan kaki dan menyerap keringat. Sehingga kulit akan basah dan gampang lecet.

Usahakan membawa kaos kaki cukup banyak. Ini penting untuk menjaga agar kaki selalu dalam keadaan bersih. Yaitu dengan selalu mengganti kaos kaki setiap dirasakan perlu. Terutama apabila kulit kaki lecet atau luka. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi infeksi. Warna putih akan mudah memperlihatkan apakah kaos kaki itu masih bersih atau sudah kotor.

Perlengkapan lain yang kerap dipakai untuk melindungi kaki adalah Gaiter yang terbuat dari bahan kedap air. Gaiter melingkari kaki mulai dari bagian bawah sepatu hingga dekat lutut. Perlengkapan ini sebetulnya dipakai untuk melindungi kaki agar salju atau es tidak masuk kedalam sepatu. Akan tetapi untuk gunung - gunung tak bersalju, geiter berguna pula untuk mencegah agar batu - batu kerikil tidak menyusup kedalam sepatu. Lagi pula geiter membantu menutupi celah antara sepatu dengan ujung celana terhadap tiupan angin yang dingin.

Sepatu harus dirawat dengan baik. Ada beberapa minyak khusus untuk menjaga agar kulit sepatu tetap baik dan tidak keras. Serta jahitannya tak gampang lepas. Sayang di Indonesia tak banyak tempat yang menjual minyak sepeti itu, kecuali minyak goreng. Untuk itu cukup baik kiranya apabila sepatu mendaki gunung secara teratur digosok dengan semir - semir yang ada di pasaran.

Sepatu kulit yang basah harus dikeringkan secara berhati - hati. Tindakan yang salah ialah mengeringkan sepatu itu dengan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Lebih - lebih apabila dikeringkan di dekat api. Sepatu itu akan menjadi keras dan menjadikan kaki sakit. Sepatu yang dikeringkan dekat - dekat api, selain menjadi keras juga akan mudah menjadi “kerupuk kulit” bila lupa mengangkat tepat pada waktunya.

Letakkan sepatu ditempat yang teduh dan banyak angin. Biarkan tiupan angin membuat kering sepatu itu secara perlahan - lahan. Agar bagian dalamnya cepat kering pula, masukan kertas Koran secukupnya kedalam sepatu. Kertas koran ini akan menyerap air yang menempel di kulit sepatu bagian dalam. Dengan cara ini, sepatu anda akan kering secara normal dan kulitnya tetap lemas.

Pada waktu sepatu tidak digunakan jangan biarkan kaos kaki berada didalamnya. Kaos kaki yang kotor dan lembab menyebabkan ruangan didalam sepatu tidak sehat. Di alam terbuka, letakan sepatu diujung kayu yang ditancap ditanah, sehingga mulutnya menghadap kebawah. Bila hujan, sepatu itu tidak akan penuh terisi air. Posisi seperti itu juga menyulitkan binatang - binatang kecil yang tertarik untuk masuk ke dalam sepatu.

Bawalah beberapa tali sepatu sebagai cadangan sebab tak jarang sepatu yang terpasang tiba - tiba putus talinya. Sepatu gunung yang baik mempunyai tali sepatu yang kuat. Apabila tali sepatu yang anda punya kurang kuat, carilah tali nilon bekas parasut yang banyak tersedia di tempat - tempat penjualan perlengkapan tentara. Tali sepatu yang kuat seperti tali nilon bekas parasut dapat digunakan untuk membuat simpul prusik. Manfaatnya akan terasa besar sekali di saat - saat tertentu.
Continue Reading

Tanda-tanda Kekurangan Oksigen di Gunung dan Cara Mengatasinya

| 0 komentar



Berada di ketinggian dengan oksigen yang sedikit bisa memicu kondisi hipoksia, yakni ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen. Para pendaki gunung harus mengenali tanda-tandanya, serta cara mengatasi jika mengalami kondisi tersebut.


Tanda-tanda hipoksia atau kekurangan oksigen antara lain :
  1. pandangan kabur, pernapasan makin cepat atau tersengal-sengal, serta tubuh menjadi lemas,"
  2. Frekuensi pernapasan yang meningkat terjadi karena tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen. Tidak hanya memaksa paru-paru bekerja lebih keras, kondisi ini juga mempengaruhi jantung yang harus bekerja keras memompa oksigen dalam darah yang hanya sedikit itu untuk didistribusikan ke seluruh tubuh.
  3. Selain dari gejala fisik, kondisi hipoksia juga bisa dikenali dari perubahan perilaku. Dalam kondisi hipoksia, otak juga akan kekurangan oksigen sehingga pola pikir seorang pendaki berubah menjadi kacau dan sulit membuat keputusan yang tepat.
"Dalam keadaan hipoksia, yang dominan hanya emosi dan ini sangat mempengaruhi pengambilan keputusan. Makanya para pendaki sering tersesat, salah satunya karena otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk bisa bekerja dengna baik,

Pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi ini adalah :
  1. Dengan memberikan oksigen. Tabung oksigen berukuran kecil yang bisa dibawa ke mana-mana sangat mudah diperoleh di apotek dengan harga terjangkau, sehingga tidak ada salahnya para pendaki melengkapi diri dengan alat ini.
  2. Semua pakaian harus dilonggarkan agar pernapasan menjadi lebih lancar. Kerah baju harus dibuka, ikat pinggang dilepas dan juga bra pada perempuan mau tidak mau harus dilepas supaya saluran napasnya tidak sesak.
  3. Namun yang terpenting dari semua itu adalah, sesegera mungkin pendaki yang mengalami hipoksia harus dibawa ke lokasi yang lebih rendah supaya mendapat oksigen lebih banyak dari udara pernapasan. Makin lama berada dalam kondisi hipoksia, makin besar risiko kerusakan organ karena tidak mendapat suplai oksigen.

Daya tahan seseorang saat berada dalam kondisi hipoksia sangat beragam, salah satunya dipengaruhi oleh kadar sel darah merah serta hemoglobin. Orang-orang yang sehari-hari tinggal di gunung secara alamiah lebih tahan terhadap hipoksia karena sel darah merahnya lebih banyak.
Continue Reading

Persiapan Fisik yang Dibutuhkan Sebelum Mendaki Gunung

| 0 komentar





Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat mendaki gunung, persiapan fisik yang matang sangat diperlukan. Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, serta melatih otot-otot yang banyak dipakai selama pendakian.

"Mendaki gunung harus dipersiapkan dengan baik, periksakan jika memang ada masalah dengan kesehatan," kata Dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi SUMBER, Minggu (22/4/2012).

Pemeriksaan itu terkait dengan penjelasan Dr Michael sebelumnya, tentang penyakit-penyakit yang tidak dianjurkan untuk dibawa naik gunung. Di antaranya meliputi tekanan darah, kadar gula, kondisi kesehatan mata dan juga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen.

Selain pemeriksaan medis, persiapan fisik yang lain juga diperlukan. Salah satu yang paling penting adalah melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot inti tubuh alias core muscle seperti dikutip dari Brendondavid berikut ini:

1. Otot perut
Tidak perlu punya perut 6-pack untuk bisa mendaki gunung, yang penting perut sebagai otot inti tubuh harus cukup kokoh untuk menjaga keseimbangan dan menopang berat badan secara keseluruhan. Salah satu cara untuk melatih otot perut adalah dengan melakukan sit-up.

2. Otot punggung bagian bawah
Bagian ini merupakan penyeimbang otot perut, jika dilatih kekuatannya maka postur tubuh akan menjadi lebih kokoh. Selain itu, otot punggung yang kokoh juga dibutuhkan untuk menopang ransel gunung yang beratnya kadang-kadang menyamai berat badan para pendaki.

3. Otot kaki
Cara termudah untuk melatih paha dan betis adalah dengan gerakan naik turun tangga. Cari yang memiliki 100 anak tangga, lalu lakukan gerakan naik turun sebanyak 10 kali/set tanpa beban tambahan dalam 2 minggu pertama dan lakukan pengulangan sebanyak yang dibutuhkan.

4. Kelenturan otot
Tidak cukup hanya otot yang kuat, ekspedisi pendakian gunung juga butuh kelenturan otot untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak terduga saat menghadapi medan yang sangat sulit. Tidak perlu latihan khusus, kelenturan cukup dijaga dengan melakukan streching atau peregangan sebelum dan sesudah olahraga rutin.

Jika secara fisik sudah siap, maka langkah berikutnya adalah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan termasuk obat-obatan. Alat-alat yang butuh perlakuan khusus misalnya tenda, ada baiknya dicoba dulu daripada harus kesulitan saat sudah berada di ketinggian.

Semua peralatan, terutama yang berfungsi sebagai penghangat seperti jaket dan kantong tidur harus dilapisi bahan kedap air supaya tidak basah apabila kehujanan. Susun isi ransel seringkas mungkin, letakkan makanan dan minuman serta obat-obatan di bagian yang paling mudah dijangkau.
Continue Reading

Teknik Packing Ransel (Carrier)

| 0 komentar




(Teknik packing yang benar membuat ransel (carrier) muat banyak tapi tidak memberatkan)


Teknik packing ransel (carrier) saat mendaki gunung maupun kegiatan out bond lainnya sangat diperlukan sehingga barang-barang yang kita bawa dapat kita bawa dengan ringkas, efisien, rapi. Packing biasa disebut juga dengan pengepakan.

Packing merupakan cara atau teknik menyusun perlengkapan dalam ransel (carrier). Dengan packing (pengepakan) yang baik ransel akan mampu memuat peralatan dengan efisien namun tetap terasa nyaman dikenakan saat perjalanan.

Oleh para penggiat kegiatan alam bebas (pecinta alam) packing telah dianggap sebagai salah satu ‘seni’ tersendiri. Sehingga teknik menyusun barang dalam ransel ini sangat tergantung pada keahlian dan kebiasaan masing-masing.

Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:

Masukkan matras dalam ransel.
Sebagian orang memang lebih menyukai menempatkan matras tidur di luar carrier (ransel). Namun dengan meletakkan matras melingkar di dalam carrier bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih mudah saat melakukan packing (meyusun) ataupun mengambil barang dari dalam ransel.

Letakkan barang terberat di paling atas
Dengan meletakkan barang-barang yang berat di bagian atas, beban terberat ransel akan jatuh di pundak. Jika tidak, berat badan akan membebani pinggul sehingga kaki kurang bebas bergerak dan cepat merasa lelah.

Berat seimbang antara kiri dan kanan
Saat melakukan packing, letakkan barang sehingga beban antara bagian kiri dan kanan ransel seimbang. Beban yang tidak seimbang akan mengganggu keseimbangan tubuh apalagi mengingat jalur pendakian yang biasanya melalui medan-medan yang sulit.

Maksimalkan ruang-ruang yang ada.
Barang-barang yang berlubang bagian dalamnya seperti nasting (panci serba guna) jangan dibiarkan kosong tetapi isilah dengan barang-barang lain semisal beras, telur dll.

Urutkan barang sesuai waktu penggunaanya
Barang-barang yang akan segera dipakai letakkan dibagian atas saat packing. Dan sebaliknya, barang yang kemungkinan dipakai belakangan dibagian bawah.

Pisah barang yang sewaktu-waktu diperlukan
Ponco (jas hujan), PPPK dan obat-obatan adalah barang yang sewaktu-waktu diperlukan dalam perjalanan. Saat melakukan packing barang-barang ini dapat diletakkan di bagian atas ransel atau pada kantong-kantong di luar ransel sehingga saat membutuhkan dapat mengambilnya dengan cepat.

Masukkan ke kantong plastik
Sebelum di packing dalam ransel kelompokkan dan masukkan barang-barang ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur atau pakaian cadangan, kertas kertas, buku, dll.

Lindungi benda mudah pecah
Benda mudah pecah seperti telur sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah yang kuat.

Hindari menggantung benda di luar ransel
Matras ataupun benda lainnya sebaiknya jangan diletakkan di luar ransel. Menggantungkan benda di luar ransel selain kurang rapi juga beresiko tersangkut semak atau sejenisnya sehingga akan mengganggu perjalanan

Bawalah tas tambahan
Bila memungkinkan bawalah tas tambahan semisal tas kecil yang bisa dikenakan di paha. Tas ini bisa untuk mewadahi barang-barang yang sering dikeluarmasukkan semacam kamera saku, obat-obatan, dll.

Para pecinta alam biasa menyebut teknik pengepakan (packing) ini sebagai seni. Karena itu, teknik packing ransel atau carrier akan sangat tergantung pada selera dan keahlian masing-masing. Namun prinsip utama dari packing adalah menyusun barang dengan efisien, rapi tanpa harus merepotkan selama perjalanan.

Saya tidak tahu apakah teknik packing ransel ini dapat diberlakukan juga pada travel bag atau koper. Terus terang saya tidak mempunyai travel bag maupun koper.


Continue Reading

Video Upacara Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, Hippalas

| 0 komentar




Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, Hippalas SMAN 17 Surabaya
di Dlundung, Trawas Mojokerto



Untuk download video versi HIGH QUALITY silahkan klik dibawah ini
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. forum komunikasi pecinta alam sman 17 surabaya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger