Latest News :

Persiapan Fisik yang Dibutuhkan Sebelum Mendaki Gunung

Kamis, 15 November 2012 | 0 komentar





Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat mendaki gunung, persiapan fisik yang matang sangat diperlukan. Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, serta melatih otot-otot yang banyak dipakai selama pendakian.

"Mendaki gunung harus dipersiapkan dengan baik, periksakan jika memang ada masalah dengan kesehatan," kata Dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi SUMBER, Minggu (22/4/2012).

Pemeriksaan itu terkait dengan penjelasan Dr Michael sebelumnya, tentang penyakit-penyakit yang tidak dianjurkan untuk dibawa naik gunung. Di antaranya meliputi tekanan darah, kadar gula, kondisi kesehatan mata dan juga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen.

Selain pemeriksaan medis, persiapan fisik yang lain juga diperlukan. Salah satu yang paling penting adalah melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot inti tubuh alias core muscle seperti dikutip dari Brendondavid berikut ini:

1. Otot perut
Tidak perlu punya perut 6-pack untuk bisa mendaki gunung, yang penting perut sebagai otot inti tubuh harus cukup kokoh untuk menjaga keseimbangan dan menopang berat badan secara keseluruhan. Salah satu cara untuk melatih otot perut adalah dengan melakukan sit-up.

2. Otot punggung bagian bawah
Bagian ini merupakan penyeimbang otot perut, jika dilatih kekuatannya maka postur tubuh akan menjadi lebih kokoh. Selain itu, otot punggung yang kokoh juga dibutuhkan untuk menopang ransel gunung yang beratnya kadang-kadang menyamai berat badan para pendaki.

3. Otot kaki
Cara termudah untuk melatih paha dan betis adalah dengan gerakan naik turun tangga. Cari yang memiliki 100 anak tangga, lalu lakukan gerakan naik turun sebanyak 10 kali/set tanpa beban tambahan dalam 2 minggu pertama dan lakukan pengulangan sebanyak yang dibutuhkan.

4. Kelenturan otot
Tidak cukup hanya otot yang kuat, ekspedisi pendakian gunung juga butuh kelenturan otot untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak terduga saat menghadapi medan yang sangat sulit. Tidak perlu latihan khusus, kelenturan cukup dijaga dengan melakukan streching atau peregangan sebelum dan sesudah olahraga rutin.

Jika secara fisik sudah siap, maka langkah berikutnya adalah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan termasuk obat-obatan. Alat-alat yang butuh perlakuan khusus misalnya tenda, ada baiknya dicoba dulu daripada harus kesulitan saat sudah berada di ketinggian.

Semua peralatan, terutama yang berfungsi sebagai penghangat seperti jaket dan kantong tidur harus dilapisi bahan kedap air supaya tidak basah apabila kehujanan. Susun isi ransel seringkas mungkin, letakkan makanan dan minuman serta obat-obatan di bagian yang paling mudah dijangkau.
Continue Reading

Teknik Packing Ransel (Carrier)

| 0 komentar




(Teknik packing yang benar membuat ransel (carrier) muat banyak tapi tidak memberatkan)


Teknik packing ransel (carrier) saat mendaki gunung maupun kegiatan out bond lainnya sangat diperlukan sehingga barang-barang yang kita bawa dapat kita bawa dengan ringkas, efisien, rapi. Packing biasa disebut juga dengan pengepakan.

Packing merupakan cara atau teknik menyusun perlengkapan dalam ransel (carrier). Dengan packing (pengepakan) yang baik ransel akan mampu memuat peralatan dengan efisien namun tetap terasa nyaman dikenakan saat perjalanan.

Oleh para penggiat kegiatan alam bebas (pecinta alam) packing telah dianggap sebagai salah satu ‘seni’ tersendiri. Sehingga teknik menyusun barang dalam ransel ini sangat tergantung pada keahlian dan kebiasaan masing-masing.

Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:

Masukkan matras dalam ransel.
Sebagian orang memang lebih menyukai menempatkan matras tidur di luar carrier (ransel). Namun dengan meletakkan matras melingkar di dalam carrier bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih mudah saat melakukan packing (meyusun) ataupun mengambil barang dari dalam ransel.

Letakkan barang terberat di paling atas
Dengan meletakkan barang-barang yang berat di bagian atas, beban terberat ransel akan jatuh di pundak. Jika tidak, berat badan akan membebani pinggul sehingga kaki kurang bebas bergerak dan cepat merasa lelah.

Berat seimbang antara kiri dan kanan
Saat melakukan packing, letakkan barang sehingga beban antara bagian kiri dan kanan ransel seimbang. Beban yang tidak seimbang akan mengganggu keseimbangan tubuh apalagi mengingat jalur pendakian yang biasanya melalui medan-medan yang sulit.

Maksimalkan ruang-ruang yang ada.
Barang-barang yang berlubang bagian dalamnya seperti nasting (panci serba guna) jangan dibiarkan kosong tetapi isilah dengan barang-barang lain semisal beras, telur dll.

Urutkan barang sesuai waktu penggunaanya
Barang-barang yang akan segera dipakai letakkan dibagian atas saat packing. Dan sebaliknya, barang yang kemungkinan dipakai belakangan dibagian bawah.

Pisah barang yang sewaktu-waktu diperlukan
Ponco (jas hujan), PPPK dan obat-obatan adalah barang yang sewaktu-waktu diperlukan dalam perjalanan. Saat melakukan packing barang-barang ini dapat diletakkan di bagian atas ransel atau pada kantong-kantong di luar ransel sehingga saat membutuhkan dapat mengambilnya dengan cepat.

Masukkan ke kantong plastik
Sebelum di packing dalam ransel kelompokkan dan masukkan barang-barang ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur atau pakaian cadangan, kertas kertas, buku, dll.

Lindungi benda mudah pecah
Benda mudah pecah seperti telur sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah yang kuat.

Hindari menggantung benda di luar ransel
Matras ataupun benda lainnya sebaiknya jangan diletakkan di luar ransel. Menggantungkan benda di luar ransel selain kurang rapi juga beresiko tersangkut semak atau sejenisnya sehingga akan mengganggu perjalanan

Bawalah tas tambahan
Bila memungkinkan bawalah tas tambahan semisal tas kecil yang bisa dikenakan di paha. Tas ini bisa untuk mewadahi barang-barang yang sering dikeluarmasukkan semacam kamera saku, obat-obatan, dll.

Para pecinta alam biasa menyebut teknik pengepakan (packing) ini sebagai seni. Karena itu, teknik packing ransel atau carrier akan sangat tergantung pada selera dan keahlian masing-masing. Namun prinsip utama dari packing adalah menyusun barang dengan efisien, rapi tanpa harus merepotkan selama perjalanan.

Saya tidak tahu apakah teknik packing ransel ini dapat diberlakukan juga pada travel bag atau koper. Terus terang saya tidak mempunyai travel bag maupun koper.


Continue Reading

Video Upacara Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, Hippalas

| 0 komentar




Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2012, Hippalas SMAN 17 Surabaya
di Dlundung, Trawas Mojokerto



Untuk download video versi HIGH QUALITY silahkan klik dibawah ini
Continue Reading

Foto-foto Diklat 2012 Hippalas Angkatan XXIII

| 0 komentar

Galeri Foto
Diklat Hippalas Angkatan XIII 
lokasi Dlundung - Trawas - Mojokerto 
tanggal 9-11 Nopember 2012





















































































Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. forum komunikasi pecinta alam sman 17 surabaya - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger